kebetulan kami berempat laki-laki dan kebetulan lagi seumuran dan kebetulannya lagi adalah bocah ingusan ngampus nyeni institut kesenian jakarta. banyak sekali jatah-jatah mimpi kita dan ngonsep yang sama sama. masing masing kreator, punya gagasan, wawasan dan semangat seni jiwa bocah muda. yang mudah mudahan tidak atau belum menua dengan tempo cepat. lepas kendali bisa saja, emosional manusia belum terkontrol namun kesepakatan dari kami adalah saat satu sedang dalam posisi lepas kendali, tiga lainnya harus mengalah terlebih dahulu. karena pada dasarnya msalah satu watak manusia adalah marah, wajar saja. dan kami sepakat saat ada marah di situlah kami menggunakan sifat mengalah. indahnya perbedaan ini saling silang, Tuhan menciptakan sifat watak warna warni, tidak bisa satu seragam saja dan tidak akan pernah saling melengkapi.
dalam sebuah kebersamaan disinilah kita ter mental dan teruji bagaimana rasanya sulitnya hidup bersama dan harus saling menerima kekurangan, hidup bahagia adalah bisa tersenyum bersama , partner yang bijaksana, pemahaman yang cukup. membidik sasaran dengan misi sehat, janganlah menjadi pemarah, manusia memiliki sifat pemaaf namun sulit di eksekusikan. jadilah pemaaf, jauhilah benci. apalagi dengan kekerasan.
hidup memang perlu gaya namun tidak perlu gaya-gaya an, jadilah seperti apa adanya tidak perlu dan tidak ada yang pantas kami sombongkan, kami orang desa tidak pantas untuk sombong. kami pergi kemanapun, bersahabat dengan siapapun. meet new people. berkenalan sillaturahmi. menambah teman.
bukan maksud kami untuk menggurui, hanya share saja dan melihat sekitar. pelangi tidak indah bila hanya satu warna. PEACE.
(taken from gustifirly.blogspot.com)